cukup disayangkan memang temen temen, saat kita dalam kondisi yang tidak menyenangkan, bisa itu sakit atau yang lainnya.mungkin kita merasa Allah swt itu tidak adil terhadap kita. tapi percayalah itu adalah sebuah ujian yang harus kita lalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, jika kita berhasil melewatinya, tentu semakin naiklah derajat iman kita terhadap sang pencipta kita.
Terinspirasi dari seorang temen saya nih, dia adalah salah satu mahasiswa jurusan Kimia Unpad 2010, yang menderita penyakit GBS. apa itu GBS?????
APA YANG DIMAKSUD PENYAKIT GBS ?
Guillain Barre Syndrome (GBS) atau yang
dikenal dengan Acute Inflammatory Idiopathic Polyneuropathy (AIIP) atau
yang bisa juga disebut sebagai Acute Inflammatory Demyelinating
Polyneuropathy (AIDP) adalah gangguan di mana sistem kekebalan tubuh
menyerang bagian dari sistem saraf perifer. Gejala pertama dari gangguan
ini meliputi berbagai tingkat sensasi kelemahan atau kesemutan di kaki.
Dalam banyak kasus sensasi kelemahan dan abnormal menyebar ke lengan
dan tubuh bagian atas. Gejala ini dapat meningkatkan intensitas sampai
otot-otot tertentu tidak dapat digunakan sama sekali dan, bila berat,
pasien hampir sepenuhnya lumpuh
GBS adalah penyakit langka yang
menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat
sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau tahun. GBS mengambil
nama dari dua Ilmuwan Perancis, Guillain (baca Gilan) dan Barré (baca
Barre), yang menemukan dua orang prajurit perang di tahun 1916 yang
mengidap kelumpuhan kemudian sembuh setelah menerima perawatan medis.
Penyakit ini menjangkiti satu dari 40,000 orang tiap tahunnya. Bisa
terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa,
jarang ditemukan pada manula. Lebih sering ditemukan pada kaum pria.
Bukan penyakit turunan, tidak dapat menular lewat kelahiran, ternfeksi
atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS.
GEJALA
Gejala awal antara lain adalah: rasa
seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa
di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras,
lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau
memutar seusatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll)
Gejala-gejala awal ini bisa hilang dalam
tempo waktu beberapa minggu, penderita biasanya tidak merasa perlu
perawatan atau susah menjelaskannya pada tim dokter untuk meminta
perawatan lebih lanjut karena gejala-gejala akan hilang pada saat
diperiksa.
Gejala tahap berikutnya disaaat mulai
muncul kesulitan berarti, misalnya: kaki susah melangkah, lengan menjadi
sakit lemah, dan kemudian dokter menemukan syaraf refleks lengan telah
hilang fungsi.
PENYEBAB
PENYEBAB
Kondisi yang khas adalah adanya
kelumpuhan yang simetris secara cepat yang terjadi pada ekstremitas yang
pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Tetapi dalam
beberapa kasus juga terdapat data bahwa penyakit ini dapat disebabkan
oleh adanya kelainan autoimun.
Penyebab yang pasti sampai saat ini belum diketahui. Tetapi pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan Herpes Simplex Virus. Sedangkan untuk penyebab bakteri paling sering oleh Campylobacter jejuni.
Lebih dari 60% kasus mempunyai faktor predisposisi antara satu sampai beberapa minggu sebelum onset, antara lain :
- Peradangan saluran napas bagian atas
- Vaksinasi
- Diare
- Kelelahan
- Peradangan masa nifas
- Tindakan bedah
- Demam yang tidak terlalu tinggi
Penyebab yang pasti sampai saat ini belum diketahui. Tetapi pada banyak kasus sering disebabkan oleh infeksi viral. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan Herpes Simplex Virus. Sedangkan untuk penyebab bakteri paling sering oleh Campylobacter jejuni.
Lebih dari 60% kasus mempunyai faktor predisposisi antara satu sampai beberapa minggu sebelum onset, antara lain :
- Peradangan saluran napas bagian atas
- Vaksinasi
- Diare
- Kelelahan
- Peradangan masa nifas
- Tindakan bedah
- Demam yang tidak terlalu tinggi
PERJALANAN PENYAKIT
sistem kekebalan tubuh mulai menyerang
tubuh sendiri, menyebabkan apa yang dikenal sebagai penyakit autoimun.
Biasanya sel-sel sistem kekebalan tubuh hanya menyerang bahan asing dan
menyerang organisme. Dalam sindrom Guillain-Barré, bagaimanapun, sistem
kekebalan tubuh mulai menghancurkan selubung mielin yang mengelilingi
akson dari saraf perifer banyak, atau bahkan akson sendiri (akson yang
panjang, ekstensi tipis sel-sel saraf, mereka membawa sinyal saraf).
Selubung mielin yang mengelilingi akson kecepatan sampai transmisi
sinyal saraf dan memungkinkan transmisi sinyal jarak jauh.
Dalam penyakit di mana selubung myelin
saraf perifer ‘terluka atau rusak, saraf tidak dapat mengirimkan sinyal
efisien. Itulah mengapa otot mulai kehilangan kemampuan mereka untuk
menanggapi, otak perintah perintah yang harus dilakukan melalui jaringan
saraf. Otak juga menerima sinyal sensorik lebih sedikit dari seluruh
tubuh, yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk merasakan tekstur,
sensasi panas, nyeri, dan lainnya. Bergantian, otak dapat menerima
sinyal yang tidak tepat yang mengakibatkan kesemutan, “merangkak-kulit,”
atau sensasi menyakitkan. Karena sinyal ke dan dari lengan dan kaki
harus perjalanan jarak terpanjang mereka yang paling rentan terhadap
gangguan. Oleh karena itu, kelemahan otot dan sensasi kesemutan biasanya
pertama kali muncul di tangan dan kaki keatas kemajuan.
Ketika Guillain-Barre didahului oleh
infeksi virus atau bakteri, adalah mungkin bahwa virus telah mengubah
sifat sel-sel dalam sistem saraf sehingga sistem kekebalan tubuh
memperlakukan mereka sebagai sel asing. Hal ini juga mungkin bahwa virus
membuat sistem kekebalan tubuh sendiri kurang diskriminatif tentang apa
sel yang mengakui sebagai sendiri, yang memungkinkan beberapa sel
kekebalan tubuh, seperti beberapa jenis limfosit dan makrofag, untuk
menyerang myelin. Limfosit T peka bekerja sama dengan limfosit B untuk
memproduksi antibodi terhadap komponen selubung mielin dan dapat
berkontribusi pada kerusakan myelin
PENEGAKAN DIAGNOSA
Diagnosa GBS didapat dari riwayat dan
hasil test kesehatan baik secara fisik maupun test laboratorium. Dari
riwayat penyakit, obat2an yang biasa diminum, pecandu alcohol, infeksi2
yang pernah diderita, gigitan kutu maka Dokter akan menyimpulkan apakah
pasien masuk dalam daftar pasien GBS. Tidak lupa juga riwayat penyakit
yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes
mellitus, diet yang dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama
hingga dokter bisa membuat vonis apakah anda terkena GBS atau penyakit
lainnya.
Pasien yang diduga mengidap GBS di haruskan melakukan test:
1. Darah lengkap
2. Lumbar Puncture
3. EMG (electromvogram)
1. Darah lengkap
2. Lumbar Puncture
3. EMG (electromvogram)
Sesuai urutannya, test pertama akan
dilakukan kemudian test ke dua apabila test pertama tidak terdeteksi
adanya GBS, dan selanjutnya.
Tanda-tanda melemahnya syaraf akan
nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Beberapa pasien
melemah dalam waktu relative singkat hingga pada titik lumpuh total
dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.
Pasien kemudian memasuki tahap ‘tidak
berdaya’ dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan
untuk ber-istirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan
lemah sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian
tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot. Ahli Fisioterapy
biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan
terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan-pengarahan kepada
keluarga adan teman pasien cara-cara melatih pasien GBS.
PERAWATAN KHUSUS
Pasien biasanya akan melemah dalam waktu
beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensive sangat diperlukan di
tahap-tahap dimana GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan
tingkat kelumpuihan pasien maka dokter akan menentukan apa pasien
memerlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.
Sekitar 25% pasien GBS akan mengalami kesulitan di:
1. Bernafas
2. Kemampuan menelan
3. Susah batuk
1. Bernafas
2. Kemampuan menelan
3. Susah batuk
Dalam kondisi tersebut diatas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernafasan.
WAKTU PENYEMBUHAN
WAKTU PENYEMBUHAN
Setelah beberapa waktu, kondisi mati
rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap wapada karena hanya 80%
pasien yang dapat sembuh total, tergantung parahnya pasien bisa berjalan
dalam waktu hitungan minggu atau tahun. Namun statistic membuktikan
bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien
parah akan menyisakan cacat dibagian yang terserang paling parah, perlu
terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu
akibat GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.
PENGOBATAN
PENGOBATAN
Obat nya hanya ada 1 macam yaitu
GAMAMUNE ( Imuno globuline ) yang harganya 4jt – 5 jt rupiah /botol
biasanya obat ini diinfuskan kepasien dg jumlah yang dihitung dari berat
badan. Penggunaan sehari bisa mencapai 4 5 botol.
PENCEGAHAN
Karena penyebab pasti GBS tidak dapat
menunjuk, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegahnya. Namun,
penting untuk segera mencari perawatan untuk setiap gejala kelemahan
otot dan hilangnya refleks. Perawatan dini meningkatkan prospek untuk
pemulihan.
semoga bisa membantu :D
dan untuk temen saya, semoga diberi kekuatan oleh Allah dan bisa kembali sehat lagi yaaa :)
saya tidak yakin kalau saya di posisi anda saya mampu untuk melewati ujian ini :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar