Bondan Prakoso and Fead2black

Mengenai Saya

Foto saya
bandung, jabar, Indonesia
saya adalah makhluk ciptaan tuhan....ahahahhaha au ah gelap... saya punya tujuan hidup yang konstan...tapi tiap kali tujuan itu mau ku raih..selalu saja ada 'gogodanya'..saya memang pemalas...kata temen temen saya orangnya jorok...tapi saya tidak tau itu implikasi darimana...kalo cuma gara gara kentut doang mah...masa mau di bilang jorok??? kan kentut merupakan zat penting dalam hidup ini.. saya sangat senang bersahabat..say aseorang yanng pemalu....pemalu tapi ntar nya malu malu in...teman teman saya bilang ketawa saya bisa membuat rok orang ketarik keatas(hahahaha lebay) saking lebihnya itu ketawa...tapi kalau sesudah ketawa saya langsung ucapkan istighfar ko... saya masih punya iman yang kuat(insya Allah)...dan saya selalu punya motivasi yang tinggi(tapi seringkali putus dijalan)..udah ah cape

Minggu, 26 Juni 2011

kalaupun memang harus seperti ini.....akan saya coba ntuk berlaku ikhlas, walaupun memang pahit yang kurasa. tapi inilah yang terbaik. saya yakin ini yang terbaik.
Allah yang maha membolak balikan hati hamba haamba-Nya, engkau pasti tau semua hal menyangkut seluruh nya yang Engkau ciptakan, termasuk aku, makhluk kecil penuh dosa dan selalu melalaikan kewajibanku. semua yang terjadi padaku hanyalah semata mata ujian darimu, aku pun tau..tak akan Engkau pikulkan cobaan kepada hamba-Mu yang tak sanggup untuk memikulnya. semakin saya bisa bertahan melewati kedaan ini, semakin kuat diri pribadi saya. Tapi saat ini saya sangat membutuhkan seorang teman/sahabat yang benar benar bisa membantu saya keluar dari keadaan ini. tak ada yang bisa menjadi pendengar setiaku..kecuali Engkau ya Allah.
kalau saja aku tidak bersikap seperti itu dulu, mungkin sekarang tak akan sebingung ini, aku bingung, ini salah siapa? kenapa saya harus menanggungnya seperti ini ya Rabb? tapi,tak ada yang perlu disesali di dunia ini,yang harus kita lakukan adalah memperbaiki dan merubah penyesalan menjadi sebuah penyelesaian.

saat peristiwa itu, hati saya sungguh hancur sebenarnya, namun saya lebih memilih untuk menyembunyikannya, saya lebih memilih untuk berpura pura tersenyum tertawa yang artinya saya ikut senang dengan kejadian itu, tak ada yang bisa saya lakukan. marah? ga ada yang perlu dimarahi. benci? saya tak bisa membenci orang itu. dendam? iri? itu semua hanya penyakit hati yang harus jauh jauh aku buang.
bahkan kasus yang dulu saya ingin kejar, belum sempat dicapai, dan sampai saat ini saya masih bisa  belum ikhlas merelakannya. terbayang jelas bayangan saya setahun yang lalu, ketika saya berjuang dengan semangat dan gigihnya ingin mengejar mimpi saya, tapi fokus ke mimpi itu sudah buyar ketika Allah menunjukan jalan lain yang sampai saat ini masih belum ikhlas menerimanya. memang itu salah saya sendiri, ikhlas adalah jalan satu satunya.
mungkin ini aneh menurutku, tapi satu hal, saya merasa dipermainkan kali ini. itu yang saya rasakan. tapi saya akan melupakan nya. segalanya. insya allah, bisa! terima kasih sudah mempermainkan perasaan ku..heheh
aku yakin akan ada seorang yang terbaik yang akan mengajrkanku arti cinta yang sesungguhnya..hahahha

baiklah baiklah...hahay...tak ada kata menyerah untuku, dan tak ada kata sedih untuku, anggap saja itu hanya sebuah kisah hidup yang wajib dijalani seperti kisah lainnya anggap saja bagai angin yang berlalu, dan semoga pula berlalu juga mimpi mimpi ku yang belum sempat aku mengejarnya. tak ada gunanya lagi saya memikirkannya. sungguh sakit hati ini sebenarnya namun tak ada yang tau. karena itu bukan sosokku yang selalu memperlihatkan kesedihan di depan orang orang. biarlah aku dengan kesan nya semangat di setiap hari.yang selalu memberikan semangat kepada orang orang di sekitarku, meskipun sulit untuk memotivasi diriku sendiri.
terima kasih sudah mengajariku arti hidup ini. hidup ini memang sangat disayangkan ketika kita selalu menyesali apa yang terjadi. setiap lembaran lembaran kisah hidup mari kita lalui dengan perjuangan. karena yang saya tahu berjuang itu sangat nikmat. cobalah anda rasakan itu. saat ketika kita sendiri, ga ada seorang sahabat/siapapun yang menemani, Allah lah yang selalu menemani kita kapanpun dan dimanapun. itulah nikmat terindah saya ketika dekat dengan Tuhan-Ku.
sekali lagi saya harus mengatakan IKHLAS.
jangan sampai kejadian ini membuat saya terpuruk hingga tidak sanggup untuk bertahan dan menghentikan perjuangan. karena itu bukan lah perangai ku. 
AKU YANG SELALU BERJUANG UNTUK MENDAPATKAN SESUATU YANG KU INGIN 
AKU YANG SELALU IKHLAS MENERIMA SEGALA KEHENDAK ALLAH 
AKU YANG SELALU YAKIN BAHWA INI JALAN TERBAIK
AKU YANG SELALU BERSEMANGAT MENJALANI HARI HARI NYA
AKU YANG SELALU CERIA
AKU YANG SELALU BISA MENJAGA PERASAAN INI! ^_^ 

berjuang dan berjuang!!!!
semoga kalian bahagia... :) saya ikhlas :)) insya Allah :)))

Kamis, 23 Juni 2011

apapun

semuanya begitu nyata...
entah apa hikmah dibalik semua ini...yang pasti saya harus tetap berdiri melawan semua kebimbangan dan kebingungan dalam hati....saya yakin prinsip hidup akan mengarahkan saya pada jalan yang telah Allah pilih....bukan semestinya saya menyalahi keadaan...tapi justru keadaan itulah yang mesti saya kendalikan, sehingga nantinya akan menjadi seperti yang diinginkan...
tapi kadang semua yang kita inginkan kita tak akan mampu berkehendak ketika Allah telah memilih jalan yang lain yang lebih baik, mungkin 100x lipat lebih baik daripada jalan yang mienurut kita baik...dan pada akhirnya kita akan menyadari betapa baik nya jalan yang dipilih Allah untuk kita...
ikhlas itu sangat penting untuk kita terapkan dalam hidup ini....penting....dan sangat penting...



aaaahh semuanya seakan  menertawakanku



hanya bisa..................untuk mencoba.........................IKHLASSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!
insya Allah.......................

Kamis, 09 Juni 2011

Perbedaan Persepsi Terhadap Teori Evolusi


Kali ini salah seorang dari kami akan menanggapi salah satu tulisan tentang Teori Evolusi di situs ini. Inti dari tulisan itu adalah tentang bagaimana kalau anda ingin menjatuhkan Teori Evolusi. Setelah kami baca maka kami menyimpulkan penulis ini memeiliki persepsi yang berbeda dengan kami terhadap Teori Evolusi. Dari awal penulis telah menyatakan bahwa Teori Evolusi adalah teori yang ilmiah. Sehingga untuk menjatuhkannya perlu teori lain yang melebihi teori evolusi.
Disinilah letak beda persepsi antara kami dengan penulis. Bagi Kami Teori Evolusi adalah Teori tidak ilmiah yang dianggap ilmiah. Jelas perbedaan ini didasari oleh pengertian ilmiah itu sendiri. Apakah yang dimaksud ilmiah itu adalah karena komunitas akademik mengakui teori evolusi?. Pernyataan ini sebenarnya tidak berhubungan langsung. Teori disebut Ilmiah jika teori tersebut menjelaskan suatu fenomena alam dengan baik yang disertai bukti empiris. Jadi pokok bahasannya adalah pada penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya. Kedua hal ini yang kami kaji dari Teori Evolusi dan ternyata penjelasan teori evolusi dan bukti empirisnya tidaklah kuat untuk dikatakan ilmiah.
Bagaimana mungkin begitu, apakah anda lebih pintar dari para ilmuwan itu? Tentu jika ada yang bertanya maka kami akan menjawab dalam hal data-data biologis yang disampaikan maka kami tidak lebih pintar dari para ilmuwan itu. Tapi seperti halnya mereka manusia maka kami pun memiliki kemampuan untuk berpikir dan menarik kesimpulan dari sekumpulan data-data yang disajikan para Ilmuwan itu. Yang perlu diperhatikan adalah di antara yang menentang Teori Evolusi juga ada dari kalangan Ilmuwan. Jadi tidak perlu pakai Argumentum Ad Verecundiam.
Menurut kami tidaklah tepat membandingkan Teori Evolusi dengan Teori Gravitasi Newton dan Teori Relativitas Umum. Teori Gravitasi Newton menjelaskan dengan baik dan memiliki bukti empiris sebagai teori ilmiah. Berikut perbedaannya dengan Teori Evolusi
  1. •    Sampai sekarang tidak ada laporan yang menyatakan bahwa data-data yang digunakan Newton untuk merumuskan Teori Gravitasinya adalah salah. Sedangkan Teori Evolusi, terdapat data-data yang keliru dalam pembentukan teori tersebut, contohnya, Eksperimen Miller, Rekapitulasi Embriologik, Manusia Piltdown, Gigi Manusia Nebraska, Masa Hidup Archaeopteryx, dan Evolusi Kuda.
  2. •    Interpretasi Newton mengenai pergerakan benda langit dalam perumusan Teori Gravitasinya adalah absah dan tidak dipertentangkan. Sedangkan Teori Evolusi, banyak interpretasi dalam perumusan Teori Evolusi adalah tidak absah seperti Mitos Ngengat(Melanisme Industri), Kompleksitas Yang Tak Tersederhanakan, Organ Vestigial,Transisi dari Air ke Darat, Punctuated Equilibrium dan yang paling penting adalah Konsep Kebetulan dalam Evolusi.
  3. •    Tidak ada penemuan baru yang yang menyanggah dasar Teori Gravitasi Newton(contoh penulis tentang orbit merkurius, tidak menyanggah dasar Teori Gravitasi hanya menunjukkan ketidakmampuan Teori Gravitasi untuk menjelaskan orbit merkurius), sedangkan Teori Evolusi, terdapat penemuan yang menyanggah dasar Teori Evolusi, seperti Ledakan Kambrium, Jejak Kaki Prasejarah, Asas Entropi(penulis itu mengaku tidak tahu apa hubungannya dengan Teori Evolusi, kalau benar berarti ini membuktikan bahwa dia tidak habis membaca The Evoluiton Deceit)
  4. •    Teori Gravitasi dapat dibuktikan secara eksperimental, sedangkan Teori Evolusi tidak dibuktikan secara eksperimental, yang ada hanya data pengamatan yang tidak berefek langsung. Lebih jelasnya seperti ini gaya gravitasi punya efek langsung pada orbit planet sistem tata surya, oleh karenanya dapat diverifikasi dengan pengamatan terhadap orbit planet, Begitu pula Teori Relativitas Umum dapat diverifikasi dengan melihat pergeseran sinar ketika gerhana matahari. Sedangkan Teori Evolusi, yang mengatakan evolusi dipengaruhi seleksi alam tidak ada satupun pengamatan yang merupakan efek langsung dari ini, yang ada hanya data-data pengamatan yang diinterpretasi bukan efek langsung. Percobaan-percobaan eksperimental tentang mutasi jelas bukan efek langsung dari evolusi karena percobaan itu jelas diintervensi oleh manusia yang berkesadaran. Tidak dengan proses acak atau kebetulan.
Jadi Teori Evolusi tidak bisa disamakan dengan Teori Gravitasi Newton.
Tentu para Evolusionis telah berusaha membantah dan menyanggah keberatan-keberatan terhadap Teori Evolusi. Tetapi masalahnya adalah berputar pada Interpretasi, dan setiap interpretasi mereka tidak pernah memuaskan(setidaknya bagi para penentangnya). Para pendukung Evolusi hanya berlindung di balik status kelimuan mereka para Evolusionis, Sehingga tidak berlebihan kalau mereka lebih percaya pada apa yang dikatakan Evolusionis. Konsep seperti ini hanyalah sejenis Argumentum Ad Verecundiam atau dalam agama lebih dikenal dengan Taklid. Evolusionis tentu ahli dalam masalah evolusi tetapi mengenai kompleksitas sistem tubuh manusia, seorang Dokter jelas lebih ahli. Oleh karenanya Tidak berlebihan kalau ada para dokter yang menentang Evolusi Makro Darwin. Evolusi tidak berhasil menjelaskan kompleksitas. Penjelasan mereka para evolusionis tentu saja ada tapi lihat sendiri apakah memuaskan atau tidak. Sekedar ada bukan penyelesaian.
Evolusionis telah membantah semua Omong Kosong itu, perkataan seperti ini(jika ada yang berkata seperti ini) menunjukkan sikap taklid semata. Sepertinya orang yang berkata ini tidak benar-benar memikirkan bantahan tersebut dengan baik. Kritikan terhadap Teori Evolusi bukan sekedar omong kosong. Sekedar ada bantahan dari evolusionis sudah cukup memuaskan mereka para pendukung Teori Evolusi. Oleh karenanya wajar jika mereka melihat orang yang menentang terhadap Teori Evolusi sebagai orang yang terkelabui atau tertipu. Sebaliknya orang yang dikira tertipu itu melihat para pendukung Teori Evolusi sebagai pihak yang tertipu juga.
Baiklah kembali ke penulis itu. Dia berkata ”Satu-satunya cara Anda untuk menjatuhkan Teori Evolusi, jika Anda mau, adalah dengan membuat teori baru. Jelaskan alam ini dengan cara lebih baik. Itu satu-satunya jalan. Jika Anda cuma bisa mengatakan bahwa “teori evolusi gagal menjelaskan A”, “teori evolusi gagal menjelaskan B”, dan sebagainya, maka itu tak ada artinya. Ketika satu teori sudah bisa mengakomodasi bukti-bukti sains yang ditemukan, maka teori itu akan tetap diterima sampai ditemukannya sebuah teori yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Permasalahannya adalah pada kata-katanya bahwa Teori Evolusi sudah bisa mengakomodasikan bukti-bukti sains yang ditemukan, kami jelas tidak sependapat dalam masalah ini. Teori Evolusi diterima oleh kalangan akademis pada awalnya karena data-data pada saat itu belum cukup banyak untuk menolak Teori Evolusi. Sedangkan sekarang ada cukup banyak hal yang jika diketahui pada awal berkembangnya Teori Evolusi, maka Teori Evolusi tidak akan diterima. Sekali lagi ini masalah persepsi.
Mengenai kisah pelanginya, yang kami tangkap adalah sepertinya dia tidak setuju dengan konsep Tuhan menciptakan sekali jadi, harus ada proses biar lebih indah. Tentu masalah ini berkaitan dengan konsep Ketuhanan. Bagi kami jelas tidak ada masalah apakah Tuhan menciptakan sekali jadi atau dengan proses. Yang jadi masalah ketika sebuah Teori menyatakan proses itu terjadi dengan Kebetulan. Tuhan tidak bekerja secara kebetulan(mungkin lebih tepat Tuhan dan kebetulan jelas tidak bisa dibandingkan). Mengenai Proses Penciptaaan, silakan para ilmuwan itu mencari. Tetapi setiap penjelasan mereka selalu bisa dinilai ilmiah atau tidak. Ilmuwan tidak hanya punya unsur ilmiah mereka juga punya unsur dogmatis Ideologis. Hal ini yang perlu diperhitungkan.
Kesimpulan Tulisan ini adalah Tidak Perlu Menunggu Atau Membuat Teori Yang Lebih Baik Untuk Menolak Teori Evolusi. Tentu jika ada maka itu lebih baik dan jika tidak ada maka lebih baik dicari. Kritik tidak harus disertai penyelesaian. Tetapi untuk meruntuhkan teori evolusi di kalangan akademis yang mendukung evolusi maka menurut mereka perlu menampilkan Teori yang lebih baik. Menurut mereka sekedar Perancangan Cerdas, Kesamaan Desain atau Penciptaan tidak memuaskan dibanding Kebetulan.
Bagi orang-orang tertentu(seperti penulis ini) karena perbedaan persepsi tentang keilmiahan Teori Evolusi maka dia berpandangan untuk menjatuhkan Teori Evolusi harus dengan Teori baru. Kami jelas tidak sependapat karena Teori Evolusi tampak tidak ilmiah dalam pandangan kami dan kami punya dasar untuk itu. Dan sebenarnya disitulah letak permasalahan para pengkritik Teori Evolusi. Silakan setiap orang bebas mengkaji dan berpendapat atau bebas untuk lebih percaya siapa. Masalah siapa yang tertipu, tiap orang kan bisa merasa benar. Tapi Semuanya selalu bisa dibahas.
Note: Tulisan ditulis salah seorang dari kami dan ditampilkan oleh saudara Hasan..

Menjawab Tuduhan ali sina bahwa Islam Melakukan Kekerasan Kepada Orang NonMuslim


Makhluk yang bernama ali sina dalam salah satu artikelnya ”Kenapa Saya Meninggalkan Islam” telah menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW dengan tuduhan bahwa Beliau SAW melakukan kekerasan kepada orang nonmuslim. Berikut kutipan tulisannya
tapi meskipun demikian nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri kita dari mereka, memaksa menerima cara kita hidup atau membunuh mereka, menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar jizyah. Sungguh tolol! Sangat menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan! 
Selain itu ali sina juga menambahkan
Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci barat dan yahudi. Muhammadlah yang menabur benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang-orang nonislam di kalangan Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Muslim bisa bergaul dengan negara-negara lain sambil menggenggampesan-pesan kebencian di Quran sebagai firman Tuhan?. Banyak orang-orang Muslim yang pindah ke negara-negara nonMuslim dan diterima dengan tangan terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara-negara nonIslam. Tapi lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan nonMuslim jika kita menjadi kalangan mayoritas
Kemudian ali sina itu mengutip Al Quran surah At Taubah ayat 29  ”Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”.(QS 9:29)
Dengan ayat itulah ali sina menuduh bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam agar memerangi setiap orang nonIslam. Padahal arti sebenarnya ayat tersebut sangat jauh dari anggapan ali sina. Dalam menafsirkan Al Quran terutama yang berkaitan dengan tema tertentu maka kita harus mengumpulkan semua ayat Al Quran yang berbicara tentang tema tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan. Tafsir ini disebut Tafsir tematik atau maudhui yang kami anggap merupakan tafsir yang paling baik.
Kesalahan ali sina adalah dia mengabaikan ayat Al Quran yang menjelaskan siapa orang yang harus diperangi orang Islam dan siapa yang tidak. Penjelasan tentang hal ini terdapat dalam Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 ”Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam agama dan tidak mengusir kamu dari kampung-kampungmu sebab Allah senang kepada orang-orang yang adil. Allah hanya melarang kamu bersahabat dengan orang-orang yang memerangi kamu dalam agama dan mengusir kamu dari kampung-kampungmu dan saling bantu-membantu untuk mengusir kamu ,barangsiapa bersahabat dengan mereka maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”.(QS 60:8-9) 
Sudah jelas dari ayat di atas bahwa mereka yang harus diperangi orang Islam adalah orang-orang nonIslam yang memerangi orang Islam. Ketika zaman Rasulullah SAW mereka adalah kaum kafir Quraisy dan yang membantu kafir Quraisy dalam memerangi Rasulullah SAW dan pengikutnya. Mereka kaum kafir Quraisy telah menyakiti orang-orang islam dan mengusir orang-orang islam dari kampung halaman mereka. Mereka inilah yang dimaksud dalam Al Quran surahAt Taubah ayat 29 seperti yang dikutip ali sina itu. Sedangkan Al Quran surah Al Mumtahanah ayat 8 dan 9 dengan jelas menyatakan bahwa kita harus berbuat baik dan berlaku adil kepada orang nonIslam yang tidak memerangi umat Islam dalam agamanya.
Jadi penafsiran ali sina itu adalah salah sama sekali, Islam tidak mengajarkan kekerasan kepada orang nonIslam, Islam mengajarkan agar pemeluknya memerangi orang nonIslam yang memerangi Islam dan berusaha menjatuhkan agama Islam atau mereka yang menyakiti dan menindas orang Islam. Sedangkan untuk orang nonIslam yang berhubungan baik dengan Islam, maka Islam mengajarkan agar pemeluknya berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka. Semua ini jelas menunjukkan toleransi yang baik dan adil dalam agama Islam. Tidak seperti yang dikatakan makhluk bernama ali sina itu.
Permasalahan Jizyah yang disinggung ali sina itu tidaklah bersifat buruk. Jelas sekali ali sina tidak mengerti Pemerintahan Islam dan aturannya. Dalam Pemerintahan Islam zaman Rasulullah SAW tidak ada itu yang namanya pajak. Oleh karena itu mereka orang nonislam yang bernaung di bawah pemerintahan Islam harus membayar jizyah sebagai balas jasa perlindungan yang diberikan pemerintah Islam. Setelah mereka membayar jizyah maka orang nonislam berhak diperlakukan dengan adil sama seperti orang muslim lainnya. Mereka orang nonislam yang membayar jizyah akan mendapat perlindungan dari Pemerintah Islam terhadap harta dan nyawa mereka. Orang muslim memang tidak membayar jizyah tetapi mereka yang muslim diwajibkan membayar zakat demi kepentingan masyarakat Islam. Sudah jelas orang nonmuslim tidak diwajibkan membayar zakat. Jadi dalam Pemerintahan Islam baik muslim dan nonmuslim jelas diperlakukan secara adil.